Cerita panas | Nafsu Birahi Sex Ibu

Cerita panas | Nafsu Birahi Sex Ibu

Cerita panas | Nafsu Birahi Sex Ibu  Jilbab lebar serta jubah panjang serta kaus kaki sebagai cirinya terdapat padanya bilamana dia terbit rumah atau bertemu laki-laki yang bukan mahromnya, sampai-sampai mengesankan kealiman Mufidah. Sore ini, ibu muda yang alim ini kedatangan tamu seorang laki-laki yang dikenalnya sebagai teman sekantor suaminya, sampai-sampai terpaksa dia mesti mengenakan jilbab lebarnya serta kaus kaki menutupi kakinya guna menemuinya, sebab kebetulan suaminya sedang rapat di kantor dan baru bakal kembali selepas maghrib.

Dengan jilbab putih yang lebar serta jubah panjang bemotif bunga kecil berwarna biru serta kaus kaki berwarna krem, Mufidah mendatangi tamu suaminya itu mempunyai nama Hendri. Seorang laki-laki yang sering bertamu ke rumahnya. Wajahnya tidak tampan tetapi tubuhnya tampak tegap dan atletis.Usianya lebih muda dari suaminya ataupun dirinya sampai suaminya ataupun dia sendiri memanggilnya dengan sebutan dik Hendri. Sebetulnya Mufidah tidak cukup menyukai laki-laki mempunyai nama Hendri itu, sebab matanya yang jalang bila melihatnya seakan berkeinginan menelannya bulat-bulat sampai-sampai dia lebih suka menghindar andai Hendri datang bertamu.

Namun kali ini, Mufidah mesti menemuinya sebab Hendri ini ialah rekan suaminya, darurat Mufidah bersikap ramah kepadanya. Memang tidak barangkali untuk mengajak Hendri kembali, saat suaminya tidak terdapat di lokasi tinggal seperti ini sebab jauhnya lokasi tinggal tamu suaminya ini. Akhirnya Mufidah mempersilahkan Hendri menantikan di ruang tamu sementara dia pergi ke dapur membuatkan minum guna tamunya tersebut. Sore ini, suasana lokasi tinggal Mufidah memang paling sepi. Di samping suaminya yang tidak terdapat di rumah, kedua anaknya juga sedang ngaji dan baru kembali menjelang maghrib nanti. Di dapur, Mufidah tengah menyiapkan minuman dan makanan kecil bikin tamu suaminya yang tengah menantikan di ruang tamu.Tangan ibu muda ini tengah mengaduk gelas guna minuman tamu suaminya saat tanpa disadarinya, laki-laki tamu suaminya yang semula menantikan di ruang tamu itu menyelinap ke dapur menyusul Mufidah.